Rekaman Kajian "JANGAN CEMBURU" Yang diselenggarakan oleh MT.The Shahabiyah di masjid Nurul Iman-Blok M Square lt.7-Jakarta Selatan. selamat menyimak, semoga bermanfaat!
Bagaimana kiat kiat mempertahankan Rumah Tangga..?
Rumah tangga dalam islam adalah ajang ''Pahala''.. yang paling besar, sebagian ulama mengatakan ,tidak ada dalam islam ibadah yang umurnya dan panaen pahalanya seperti ''RUMAH TANGGA ''
Dari Akad Nikah sampai anak cucu dan turun temurun semuanya bernilai ibadah! Bagaimana caranya agar semua rumah tangga kita bernilai ibadah di sisi Allah Ta'ala..?
Point yang pertama adalah : 1. Ihlaskan niat kita berumah tangga karena Allah Ta'ala, Jangan menikah karena terdesak, karena disuruh orang tua.dsb niatkan semua karena perintah Allah dan Rasul nya.
Silahkan simak point point selanjutnya dalam video kajian Umum berikut :
Orang yang menghafal Al Qur’an akan mudah mendapatkan syafa’at di hari
kiamat kelak. Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata), “Aku
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ “Bacalah
Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai
syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya.” (HR. Muslim no. 1910) Di
akhirat, hafalannya akan menolong dirinya untuk menggapai derajat
mulia. Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ
كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ
آيَةٍ تَقْرَؤُهَا “Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan)
Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana
engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat
yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914,
shahih kata Syaikh Al Albani). Yang dimaksudkan dengan ‘membaca’ dalam
hadits ini adalah menghafalkan Al Qur’an. Perhatikanlah perkataan Syaikh
Al Albani berikut dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 2440: “Ketahuilah
bahwa yang dimaksudkan dengan shohibul qur’an (orang yang membaca Al
Qur’an) di sini adalah orang yang menghafalkannya dari hati sanubari.
Sebagaimana hal ini ditafsirkan berdasarkan sabda beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam yang lain, ‘Suatu kaum akan dipimpin oleh orang yang
paling menghafal Kitabullah (Al Qur’an).’ Kedudukan yang
bertingkat-tingkat di surga nanti tergantung dari banyaknya hafalan
seseorang di dunia dan bukan tergantung pada banyak bacaannya saat ini,
sebagaimana hal ini banyak disalahpahami banyak orang. Inilah keutamaan
yang nampak bagi seorang yang menghafalkan Al Qur’an, namun dengan
syarat hal ini dilakukan untuk mengharap wajah Allah semata dan bukan
untuk mengharapkan dunia, dirham dan dinar. Ingatlah, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda, أَكْثَرَ مُنَافِقِي أُمَّتِي قُرَّاؤُهَا “Kebanyakan
orang munafik di tengah-tengah umatku adalah qurro’uha (yang
menghafalkan Al Qur’an dengan niat yang jelek).” (HR. Ahmad, sanadnya
hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).” [Makna
qurro’uha di sini adalah salah satu makna yang disebutkan oleh Al Manawi
dalam Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 2: 102 (Asy Syamilah)] Tidakkah
kita ingin mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah? Moga dengan modal
ikhlas dan menjauhi maksiat, kita dimudahkan untuk menghafalkan Al
Qur’an.
Kajian AL-HUJJAH Rutin Setiap Hari RABU, Ba'da Zhuhur jam 13.00 WIB Majelis Taklim Al-Hujjah wa. +62818 9600 13 fb. Al-Hujjah telegram.me/KajianAlhujjah
Kajian ini diliput dan disebarkan secara GRATIS Mari berDonasi untuk Operasional DAKWAH You Tube AL-HUJJAH sebagai AMAL JARIYAH, melalui : - Bank Central Asia (BCA), norek : 27660 15554, an : Dedy Harfeni dan Arif Rahman Hakim